TUTUP
TUTUP
SPORT

MotoGP Indonesia 2017 Batal, Thailand Ambil Kesempatan

Indonesia gagal karena tidak serius penuhi standar Dorna.
MotoGP Indonesia 2017 Batal, Thailand Ambil Kesempatan
Sirkuit Internasional Chang di Buriram

VIVA.co.id - Batalnya Sirkuit Internasional Sentul di Bogor, Jawa Barat, menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2017 mendatang coba dimanfaatkan oleh Thailand. Dilansir Autosport, peluang Negeri Gajah untuk menghelat ajang adu kebut motor paling bergengsi di dunia tersebut cukup besar.

Thailand ingin melengkapi kalender MotoGP musim depan dan sudah menyiapkan lintasan di Sirkuit Internasional Chang, Buriram. Mereka sempat ingin mengajukan diri di musim lalu, namun Indonesia datang menjadi pesaing.

Karena lebih banyak memiliki penggemar balapan, operator MotoGP, Dorna Sports lebih memilih Indonesia. Sayangnya, pengelola Sirkuit Internasional Sentul yang diberi kepercayaan tak mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

Hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan, yakni 30 Juni 2016, pihak Sentul tak kunjung menyelesaikan apa yang menjadi pekerjaan mereka. Bahkan, dalam surat kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dorna mengaku belum menerima master plan dari pihak Sentul.

Alhasil sulit bagi mereka untuk menyetujui Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP 2017 mendatang. Karena, dari pantauan terakhir, Sirkuit Internasional Sentul masih belum memenuhi standar FIM Homologation.

"Master plan tersebut ternyata belum pernah dikirimkan kepada kami sampai saat ini, dan akibatnya sangat tidak mungkin untuk menyelenggarakan MotoGP di tahun 2017," demikian pernyataan Dorna melalui surat kepada Kemenpora awal Juli 2016 lalu.

Dengan terbukanya peluang Thailand, tentu bisa saja berdampak ke musim berikutnya. Hal ini berkaitan dengan keinginan pemerintah provinsi Sumatera Selatan membangun sirkuit baru untuk menjadi tuan rumah MotoGP.

Untuk menunjukkan keseriusannya, Pemprov Sumsel telah membuat master plan dan menyiapkan tanah seluas 120 hektar di kompleks Jakabaring Sports City. Selain itu, mereka juga serius mencari sponsor untuk membangun sirkuit baru, karena pemerintah pusat telah memutuskan melarang penggunaan APBN dalam proses pembangunan sirkuit.

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP