TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

Ketika Air Kolam Renang Olimpiade Berubah Warna Jadi Hijau

Padahal, sebelumnya air kolam cukup jernih.
Ketika Air Kolam Renang Olimpiade Berubah Warna Jadi Hijau
Loncat Indah Olimpiade 2016 (REUTERS)

VIVA.co.id – Pemandangan yang aneh terjadi di kolam loncat indah dan renang indah Olimpiade Rio 2016. Seketika kejadian tersebut membuat beberapa pihak kaget, sebab kolam yang berada di sebelahnya tetap jernih.

Kejadian terjadi saat digelarnya pertandingan loncat indah sinkronisasi 10 meter putri, Selasa, 9 Agustus 2016 malam waktu setempat. Warna air yang hijau sangat terlihat mencolok, beda jauh dengan kolam polo air yang berwarna biru karena pantulan temboknya.

Atlet loncat indah asal Inggris yang meraih medali perunggu, Tom Daley, terkejut akan perubahan warna air kolam tersebut. "Emmm, apa yang terjadi?!,” tulis Daley pada akun Twitter miliknya.

Kabar beredar bila panitia Olimpiade telah lupa memberikan zat klorin yang tepat, sebagaimana mestinya perawatan kolam renang. Seorang juru foto asal Amerika Serikat dalam ruang pers mengatakan, “Bila tidak diberi obat, air kolam berubah jadi hijau. Tidak terlihat elok, tapi tidak berbahaya.”

Pihak penyelenggara Olimpiade Rio 2016 mengatakan bila pihaknya sudah melakukan investigasi akan kejadian ini. Namun, dia memastikan bila warna hijau pada air kolam tidak akan berdampak buruk bagi atlet.

“Kami sedang memeriksa penyebab kejadian ini. Penting bagi panitia Rio 2016 untuk memastikan mutu tinggi di setiap tempat laga. Pengujian air di kolam Maria Lenk Aquatics Centre telah dilakukan dan tidak ada risiko apapun bagi para atlet,” kata juru bicara Olimpiade Rio, dilansir BBC Sports.

Sedangkan pemimpin kontingen asal Kanada, Mitch Geller, menduga hijaunya air karena pertumbuhan lumut yang cepat di air hangat. Kondisi tersebut semakin parah ketika pertandingan berlangsung.

“Orang-orang menggaruk kepala ‘Ada apa ini?’. Menurut saya filternya rusak, tapi saya tidak yakin. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya, bukan beracun, kotor atau sejenisnya. Tapi kondisi semakin parah,” kata Geller.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP