TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

Gunakan Hijab, Atlet Amerika Ini Usung Misi Mulia

Dia jadi atlet musim pertama Amerika yang gunakan hijab di Olimpiade.
Gunakan Hijab, Atlet Amerika Ini Usung Misi Mulia
Atlet anggar putri asal Amerika Serikat, Ibtihaj Muhammad (REUTERS)

VIVA.co.id – Atlet anggar putri asal Amerika Serikat, Ibtihaj Muhammad, menjadi salah satu atlet yang menarik perhatian banyak pihak di Olimpiade Rio 2016. Ibtihaj adalah atlet Amerika pertama yang menggunakan hijab dalam multievent olahraga terbesar di dunia ini.

Atlet berusia 30 tahun itu mengakui bila berhijab adalah salah satu bagian dari perjalanannya menjadi seorang atlet. Terlebih, dia bisa memperkuat Amerika dalam ajang olahraga sebesar Olimpiade ini.

Bila dalam konteks politik di negaranya, ini merupakan satu gebrakan untuk memiliki atlet muslim di tim Olimpiade Amerika. Ibtihaj juga ingin memberikan bukti bila dia bisa berbuat banyak untuk negaranya.

"Di saat keadaan politik seperti sekarang, adalah suatu terobosan bahwa seorang wanita Muslim bisa menjadi anggota tim Olimpiade Amerika Serikat," kata Ibtihaj, seperti dilansir BBC Sports.

"Saya sangat gembira mempertanyakan stereotip dan konsep yang salah tentang wanita Muslim. Saya ingin menunjukkan bahwa kita bukan hanya bisa menjadi bagian tim Olimpiade, tetapi tim Olimpiade Amerika yang terkuat dibandingkan tim negara lain,” sambungnya.

Banyak pihak yang menilai bila politik dan olahraga adalah kombinasi yang tidak tepat. Namun, atlet anggar putri nomor dua di Amerika ini mengatakan bila apa yang terjadi saat ini di negaranya karena banyaknya terjadi kesalahpahaman terkait agama.

Ketika disinggung soal Ibtihaj yang disebut sebagai sosok yang mirip dengan Muhammad Ali, seorang atlet berkulit hitam dan musim. Dia mengatakan bila dia masih jauh dari legenda tinju tersebut, namun dia merasa bersyukur dengan apa yang sudah dilakukannya sejauh ini.

"Jika saya bisa jadi sebagian dari seperti apa yang Muhammad Ali sudah lakukan, sebagai pribadi, atlet, dan orang Amerika, maka saya akan bersyukur dan bahagia. Tapi saya merasa tidak sedetik pun bisa dibandingkan dengan Muhammad Ali," ujarnya.

Sementara itu, Ibtihaj yang masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh selama 2016 versi majalah Time ini, langkahnya terhenti di babak 16 besar nomor perorangan. Kini, dia tinggal bertarung di babak perempatfinal nomor beregu kontra Polandia pada Sabtu 13 Agustus nanti.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP