TUTUP
TUTUP
SPORT

Perak dan Perunggu Sudah, Eko Yuli Incar Emas Olimpiade 2020

Melihat usia, peluang Eko Yuli juara 4 tahun mendatang masih terbuka.
Perak dan Perunggu Sudah, Eko Yuli Incar Emas Olimpiade 2020
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan dan Sri Wayhuni Agustiani (ANTARA FOTO/Lucky R)

VIVA.co.id – Lifter putra peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Eko Yuli Irawan, ternyata masih belum puas dengan pencapaiannya. Meski saat ini Eko sudah dianggap maksimal, namun atlet 27 tahun ini masih menyimpan target medali emas di Olimpiade berikutnya.

Hingga saat ini, Eko memang belum sekalipun mempersembahkan medali emas untuk kontingen Merah Putih. Namun, ia sudah mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Indonesia sebagai satu-satunya atlet yang mampu menyumbang tiga medali di tiga ajang Olimpiade secara beruntun.

Setelah kesuksesan merengkuh medali perak di Brasil, Eko masih menyimpan ambisi mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo.

"Saingan kita cukup berat, tapi pencapaian ini adalah sudah yang paling maksimal. Mungkin kami masih kurang persiapan dan latihan. Dari persiapan sejak Januari lalu, yang jelas kita sudah bisa memperbaiki prestasi dari Olimpiade (London 2012) yang kemarin," kata Eko saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 14 Agustus 2016.

"Kalau bicara puas, ya jelas masih belum puas. Meski saat ini sudah jadi hasil maksimal, jelas di Tokyo nanti saya harus berusaha memperbaiki prestasi saya. Jelas (meraih medali) emas di Tokyo. Tapi sebelumnya di Asian Games (2018) dulu targetnya. Mungkin saya bisa tebus di sana," ujarnya.

Hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Melihat usia, Eko artinya akan berusia 31 tahun pada Olimpiade Tokyo nanti. Usia tersebut masih kompetitif. Buktinya juara Olimpiade 2016 yang mengalahkan Eko di nomor 62 Kg kemarin, Oscar Figueroa asal Kolombia, berusia 33 tahun.

Medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, merupakan medali ketiga bagi Eko dalam tiga gelaran Olimpiade secara beruntun. Sebelumnya, Eko sukses meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP