TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

Curhat Atlet 1980-an soal Bonus Besar bagi Atlet Sekarang

"Bisa pergi ke luar negeri saja waktu itu kita sudah senang."
Curhat Atlet 1980-an soal Bonus Besar bagi Atlet Sekarang
Pemberian bantuan pembinaan kepada 11 mantan atlet berprestasi asal Jatim. (VIVA.co.id / Nur Faishal)

VIVA.co.id – Beda dahulu beda sekarang. Mungkin itulah yang dirasakan mantan atlet nasional berprestasi tahun 1980-1990-an. Dahulu tanpa bonus jor-joran, atlet sekarang diguyur bonus besar jika mampu meraih medali.

Sebut saja contoh bonus yang diperoleh Sri Wahyuni, lifter asal Bandung, Jawa Barat. Peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 itu diganjar bonus Rp2 miliar oleh pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga memang menyiapkan bonus total Rp5 miliar bagi atlet berprestasi di ajang kejuaraan dunia empat tahunan itu.

Bagaimana dengan atlet nasional yang dahulu juga menyumbangkan medali untuk Indonesia? Atlet renang peraih medali emas Sea Games XI di Manila tahun 1981, Tatie IR Soeparto, mengaku saat itu tidak ada bonus-bonusan dari pemerintah.

Sebagai atlet, Tatie mengaku hanya menerima Rp250 setiap bulan. Duit itu berhenti mengucur kala dia memutuskan hengkang dari dunia atletik. "Saya lalu bekerja di bank swasta. Setelah berhenti sekarang jual penyet," ucapnya usai menerima bantuan pembinaan di Gedung Telkom Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 16 Agustus 2016.

Achmad Muzayyin, mantan atlet difabel untuk cabang olahraga lari, sepak bola fespic atau paragames, dan bola voli, asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku bahwa waktu masih aktif membela Tanah Air di bidang olahraga tidak pernah berpikir mendapatkan balasan apa dari pemerintah.

Muzayyin sudah senang bisa membawa nama harum Indonesia di muka dunia. "Bisa pergi ke luar negeri saja waktu itu kita sudah senang," ujar pria yang pernah meraih juara satu Fespic Games di Kobe tahun 1989 itu.

Wakil Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Suwanto mengatakan bahwa atlet masa dahulu memang tidak seenak jadi atlet sekarang. Dahulu tak gerojokan bonus. "Anda tidak usah iri," katanya dalam sambutan.

Di Hari Kemerdekaan RI ke-71, PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) bersama empat BUMN lain memberikan bantuan pembinaan kepada 11 mantan atlet berprestasi asal Jatim. Total bantuan sebesar Rp100 juta, diberikan dalam bentuk barang atau uang tunai, sesuai kebutuhan pemeroleh bantuan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP