TUTUP
TUTUP
SPORT

6 Momen Tersial di Olimpiade Rio 2016

Olimpiade Rio de Janeiro 2016 telah resmi berakhir.
6 Momen Tersial di Olimpiade Rio 2016
Atlet gimnastik asal Prancis, Samir Ait Said ( REUTERS/Damir Sagolj)

VIVA.co.id – Olimpiade Rio de Janeiro 2016 telah resmi berakhir. Berbagai momen, baik membanggakan, mengharukan, hingga momen tersial terjadi dalam event akbar 4 tahunan ini.

Beberapa atlet harus mengalami hal sial di Olimpiade Rio. Berikut kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Rugi Rp64,91 juta Akibat Pokemon Go
Nasib sial dialami atlet senam Jepang, Kohei Uchimura. Dia harus rugi 500 ribu yen (Rp64,91 juta) karena bermain game Pokemon Go di Brasil. Uchimura harus membayar tagihan sebesar itu, karena ternyata game Pokemon Go belum secara resmi tersedia di Brasil.

Seperti dilansir Express, Uchimura dibuat terkejut setelah melihat tagihan dalam telepon genggamnya. Ternyata game ini membuat Uchimura harus membayar tagihan begitu mahal.

Untungnya, Uchimura tidak bernasib sial saat berlaga di Olimpiade. Dia sanggup meraih emas di kategori serbabisa. Dia menjadi orang pertama dalam 44 tahun terakhir, yang bisa meraih medali emas dalam dua Olimpiade berturut-turut.

2. Terjatuh dari Ambulans
Atlet senam Prancis, Samir Ait Said, mengalami patah tulang, karena melakukan kesalahan saat mendarat, setelah meloncat dari kuda-kuda (vault). Dikutip dari TMZ pada Sabtu 13 Agustus 2016, salah satu kakinya menjegal kaki lain, sehingga terjatuh dari panggung.

Selanjutnya, Samir mengalami insiden yang bisa dibilang memalukan. Setelah kecelakaan di arena, Samir dibawa ke rumah sakit oleh tim medis. Dia mendapat tepuk tangan dari penonton, untuk memberinya semangat, saat dibawa menggunakan tandu oleh tim medis.

Juru bicara kontingen Olimpiade Prancis mengatakan, Samir harus menjalani operasi di rumah sakit. Insiden kembali terjadi, saat dia akan dibawa dengan ambulans. Tim medis bertindak ceroboh, sehingga membuatnya terjatuh dari ambulans.


3. Atlet Angkat Besi Patah Siku
Atlet angkat besi Armenia, Andranik Karapetyan, mengalami cedera parah saat bertanding. Semua bermula kala Karapetyan hendak melakukan angkatan kedua dalam pertandingan di kelas 77 kilogram. Beban yang diangkat oleh lifter 20 tahun tersebut adalah 195 kilogram.

Cedera Horor Kembali Terjadi di Olimpiade 2016

Awalnya, Karapetyan bisa mengangkat beban tersebut. Namun, saat dia mengangkat bebannya di atas kepala, siku tangan kirinya tiba-tiba patah.

Dilansir Daily Mirror, Karapetyan langsung menjerit. Dia tak kuasa menahan sakit dan menangis saat masih berada di venue.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP