TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

PON Ajang Pembinaan Atlet Muda, Benarkah?

Ada beberapa aturan yang berpotensi menghambat kemunculan bibit baru.
PON Ajang Pembinaan Atlet Muda, Benarkah?
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting. (Badmintonindonesia.org)

VIVA.co.id – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional diklaim menjadi salah satu ajang untuk pembinaan di sektor olahraga. Lewat ajang ini, beberapa pihak meyakini banyak bakat muda yang akan muncul lewat multi event terbesar di Indonesia tersebut.

Tapi, tujuan tersebut sering kali tak bisa tercapai. Alasannya adalah banyak cabang olahraga yang tak menetapkan aturan baku terkait kategori usia dan level sang atlet.

Contohnya di sepakbola. Sudah ada batasan usia dalam cabor sepakbola PON. Pemain yang bertanding adalah kategori U-23.

Hanya saja, tak ada aturan yang melarang pemain profesional untuk tampil di PON. Tak cuma itu, pemain berlabel timnas Indonesia di bawah 23 tahun pun diperbolehkan bermain.

Tentunya ini menjadi salah satu faktor yang bisa saja menghambat kemunculan bibit-bibit baru di sepakbola nasional. Padahal, dalam beberapa edisi, PON sempat melahirkan beberapa pemain hebat. Sebut saja Andik Vermansyah, Boaz Solossa, Hamka Hamzah, Bayu Gatra, hingga Lerby Eliandry. Ketika terjun di PON, rata-rata dari mereka belum berlabel Timnas.

Kondisi yang sama juga terjadi di cabor bulutangkis. Pemain yang berada di bawah 25 tahun bisa ikut di ajang PON.

Seperti sepakbola, tak ada aturan yang menyebutkan bahwa pemain berlabel Timnas dilarang bermain. Artinya, ketentuan ini bisa saja memperpanjang dominasi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebab, keempat tim tersebut memiliki banyak pemain muda yang wara-wiri di pelatnas PBSI. DKI Jakarta punya pemain sekelas Angga Pratama, Jonatan Christie, Marcus Gideon dan Wahyu Nayaka Arya di bagian putra. Di tim putri, terdapat nama Anggita Shitta Awanda, Della Destiara Haris dan Ruselli Hartawan.

Bergeser ke tuan rumah, Jawa Barat. Mereka punya pemain sekaliber Anthony Ginting, Ricky Karanda Suwardi, Berry Angriawan dan Firman Abdul Kholik (putra) serta Hanna Ramadhini, Gregoria Mariska, hingga Tiara Rosalia Nuraidah (putri).

"Menurut saya, masih efektif (untuk pembinaan). Batasan usia kan 25 tahun, artinya yang ikut rata-rata pemain muda. Ada peluang bagi mereka muncul ke permukaan dan memberikan kejutan di PON," kata atlet bulutangkis nasional, Liliyana Natsir, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, kemarin.

"Bayangkan, jika tak ada batasan umur, yang senior dan label Timnas seperti saya bisa saja main. Pasti banyak yang mau main karena bonus dari daerah kalau dapat medali besar juga, malah hampir sama dengan Olimpiade," lanjutnya.

Sebelumnya, perhelatan PON 2016 sempat mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Salah satunya adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Dia kecewa lantaran beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games tak dipertandingkan. "Seharusnya cabang olahraga yang ditandingkan di SEA Games dan Asian Games jangan dihapus. Karena sasaran kita bukan nasional, tapi internasional," kata Djarot.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP