TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

PB PON Kecam Aksi Premanisme Terhadap Jurnalis

Dua preman ancam keluarga jurnalis yang mengkritik perhelatan PON.
PB PON Kecam Aksi Premanisme Terhadap Jurnalis
Logo PON XIX Jawa Barat 2016 (VIVA.co.id/Riki Ilham Rafles)

VIVA.co.id – Kejadian tak mengenakkan baru saja dialami jurnalis asal Bandung, Mohammad Zezen Zainal. Akibat pemberitaan di medianya, keluarga Zezen mendapatkan ancaman dari beberapa orang yang mengaku berasal dari sebuat LSM dan Organisasi Masyarakat (Ormas), pada Selasa kemarin.

Insiden bermula ketika Zezen memberitakan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Jawa Barat. Tulisan Zezen, yang dimuat di koran lokal, berjudul "Menpora Ingatkan PB PON: Hati-hati Penggunaan Dana, Jangan Sampai Kasus PON Riau Terulang".

Berita ini dimuat demi mengkritisi penggunaan anggaran selama perhelatan PON. Namun, ternyata ada pihak-pihak yang tersinggung dengan berita Zezen.

Akhirnya, dua orang preman mendatangi rumah Zezen. Istrinya menjadi sasaran intimidasi kedua preman tersebut. Tak cuma itu, Zezen juga diancam lewat pesan singkat serta telepon.

Masalah ini pun ditanggapi oleh PB PON. Mereka mengecam aksi premanisme yang dialamatkan kepada Zezen.

"Saya sesalkan adanya oknum LSM, Ormas, mau pun preman, yang mengatasnamakan PB PON dan mengancam saudara Zezen dan keluarganya. Tolong, hentikan intimidasi tersebut," kata Ketua Harian PB PON, Iwa Karniwa.

Iwa meminta kepada Zezen untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. "Agar otak di belakang kejadian ini terbongkar," terang Iwa.

Pemberitaan seputar PON, disebutkan Iwa, tak seharusnya dikontrol oleh pihak-pihak tertentu. Menurut Iwa, media berhak melontarkan pandangan mereka karena hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi PB PON atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Sejauh ini, media sudah banyak membantu memberitakan soal PON. Kami juga menilai, sikap kritis media menjadi salah satu pendukung agar PON sukses, terutama di sektor administrasi," ujar Iwa.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP