TUTUP
TUTUP
SPORT

Karate DKI Kalah Kontroversial dari Jawa Barat di Final

Tim Ibu Kota kalah tipis 2-3.
Karate DKI Kalah Kontroversial dari Jawa Barat di Final
Karateka DKI, Indra Bagaskoro (sabuk merah) (VIVA.co.id/Riki Ilham Rafles)

VIVA.co.id – Kontingen karate kumite beregu putra, DKI Jakarta harus puas meraih medali perak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Di pertandingan final melawan tuan rumah di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Rabu 21 September 2016, tim Ibu Kota kalah tipis 2-3.

Kemenangan tipis Jabar sedikit kontroversial, sebab di pertandingan terakhir sempat terjadi kericuhan. Tim ofisial tuan rumah bahkan sampai masuk ke dalam arena pertandingan ketika sedang ketinggalan 4-6.

Karateka DKI, Monang Siagian menilai timnya bisa saja keluar sebagai juara pada pertandingan tadi. Karena saat pertandingan diselesaikan wasit, juri justru memberikan poin untuk tim Jabar.

"Harusnya kalau wasit sudah menghentikan pertandingan, juri sudah tidak boleh lagi angkat bendera. Kami dicurangi. Padahal, jika hasilnya seri, kami bisa menang poin. Tapi, kami mau menunjukkan sikap sportif dengan menghargai apapun keputusan wasit," kata Monang usai pertandingan. 

Ditemui secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Provinsi FORKI DKI, Dody Rahmadi Amar mengaku puas dengan hasil yang diraih secara keseluruhan. Total mereka mengumpulkan 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu. 

"Target internal kami ke KONI DKI minimal tiga medali emas. Jadi, secara internal target itu terpenuhi. Tapi, di Pengprov Forki DKI sendiri target kami empat emas. Kami puas dengan perjuangan atlet, walaupun dicurangi kami tetap bisa mengimbangi. Tapi kami tidak puas dengan penyelenggaraan pertandingan cabang karate ini secara keseluruhan," kata Dody.

Meski begitu, dia menilai kinerja wasit jauh dari kata layak. Dody pun mendukung pernyataan Ketua Umum PB FORKI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanty yang menyebut akan mengevaluasi dan memberikan hukuman berat kepada para wasit yang terbukti mencederai sportivitas.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP