TUTUP
TUTUP
SPORT

Suporter dan Wasit PON 2016 Dinilai Rusak Mental Atlet

Suporter dan wasit dinilai menguntungkan tuan rumah saja.
Suporter dan Wasit PON 2016 Dinilai Rusak Mental Atlet
Ofisial tim Jawa Barat melakukan protes terhadap juri di cabang Wushu PON 2016 (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

VIVA.co.id – Keberadaan suporter dan wasit pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat dianggap hanya menguntungkan tuan rumah, setelah dianggap keduanya cukup merugikan lawan dari daerah lain.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah (KONIDA) DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian, menjelaskan berdasarkan hasil rapat seluruh cabang olahraga, keberadaan suporter pertandingan tidak mendorong melainkan menambah tekanan intimidasi dan psikologis.

"Yang jelas ini olahraga, soal menang kalah itu hal biasa. Yang penting sportif, karena ini kan seluruh Indonesia, bangsa Indonesia semua atlet- atletini," ujar Raja.

Selain suporter, integritas wasit pada Cabang Olahraga salah satunya Karate. Selain itu, Tehnical Delegate (TD) Gantole, Renang Indah dan Biliar pun dinilai tidak bersikap adil.

"Dari laporan beberapa cabang olahraga, banyak atlet atau kontingen yang merasa dicurangi, diperlakukan tidak adil oleh keputusan wasit, ini yang harus kita perbaiki," terangnya.

Salah satu yang krusial adalah renang indah. DKI meradang setelah diberlakukannya pembatasan umur terhadap atlet Adela Amanda Nirmala tanpa kesepakatan sebelum digelarnya PON.

padahal surat keabsahan dari Komisi Keabsahan PB PON XIX 2016 dengan nomor 052/Keabsahan-PON/IX/2016 per 6 September 2016 yang ditandatangani Ketua Amir Karyatin, mengabsahkan Adela sebagai atlet peserta PON XIX 2016.

"Persiapannya bukan satu atau dua hari, mereka bertahun-tahun. Kalau dihancurkannya dalam satu dua hari, kita sulit untuk nerima," terangnya.

Bahkan, dengan fenomena kontroversial ini pihaknya khawatir berdampak psikologis terhadap persiapan jenjang atlet untuk multievent setelah PON 2016.

"Mereka dikecewakan di PON, kita khawatir persiapan mereka untuk SEA Games dan Asian Games jadi terganggu secara psikis," ujar Raja.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP