TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
SPORT

Korban Ricuh Pertandingan Hoki PON 2016 Dipastikan Dua Orang

Dua atlet DKI menderita luka di kepala akibat hantaman tongkat.
Korban Ricuh Pertandingan Hoki PON 2016 Dipastikan Dua Orang
Atlet hoki DKI Jakarta, Dadan Mochammad Ramdhani terbaring di rumah sakit (Dok. KONI DKI Jakarta)

VIVA.co.id – Ketua Bidang Pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Yudha M Saputra, membenarkan insiden bentrok dalam pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Hoki antara DKI Jakarta dengan Papua Barat ada dua orang. Mereka adalah Bara Ibnu Audah dan Dadan Muhamad Ramdani.

Bara dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka serius di kepala yang terkena hantaman tongkat hoki. Sementara Dadan menderita luka jahitan di kepala. Insiden di cabang hoki outdoor itu terjadi pada Sabtu malam, 24 September 2016.

"Memang benar ada dua. Yang lebih parah itu Dadan. Yang perlu penegasan itu bahwa tidak ada unsur kesengajaan. Sudah disampaikan di Chef de Mission," ujar Yudha di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 25 September 2016.

Atas insiden itu, Yudha memastikan tidak ada indikasi rusuh. "Disinyalir ada unsur kekerasan, ternyata enggak. Hoki itu permainan keras," tegasnya.

Humas Media Center Stadion Si Jalak Harupat, Deni Purnama, menjelaskan insiden itu terjadi karena laga pertandingan antar kontingen berjalan penuh dengan gesekan antar pemain.

"Pertandingan hoki outdoor putra antara Papua Barat melawan DKI Jakarta berjalan cukup keras, hingga terjadi insiden saling sikut antar pemain," ujar Deni, Minggu 25 September 2016.

Deni menuturkan, atlet Papua Barat yang ‘disikut’ tongkat hoki, membalas dengan memukul atlet DKI dengan alat yang sama. Balasan itu, menurut Deni, berlabuh di bagian belakang kepala pemain DKI, sehingga pada saat itu segera diboyong ke rumah sakit untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

"Atlet Papua Barat, Jeffry Waromi yang melakukan pemukulan langsung dikeluarkan dari pertandingan dan mendapat penalti tidak boleh ikut bertanding selama 3 pertandingan berikutnya," jelasnya. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP