TUTUP
TUTUP
SPORT

Tembus Asian Games, Bridge Indonesia Janji Sumbang 5 Emas

Bridge berhasil masuk ke dalam 40 cabang di Asian Games 2018.
Tembus Asian Games, Bridge Indonesia Janji Sumbang 5 Emas
Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih (VIVA.co.id/Anry Dhanniary)

VIVA.co.id – Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) siap merealisasikan target meraih 5 medali emas dan 2 perak pada Asian Games (AG) 2018, mengacu kepada prestasi tim nasional (timnas) bridge Indonesia di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir.
 
Kepastian bridge berlaga di AG 2018 diketahui seusai pertemuan yang digelar antara delegasi Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan Olympic Council of Asia (OCA) pada Dewan Olimpiade Asia ke-35 di Da Nang, Vietnam, akhir pekan lalu.
 
Dalam pertemuan itu ditetapkan kepastian cabang olahraga yang akan berlaga di AG 2018 yakni dengan komposisi 32 cabang Olimpiade dan 8 cabang non-Olimpiade. Bridge masuk menjadi satu dari delapan cabang non-Olimpiade tersebut.
 
Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan Kemenpora, KOI, KONI, dan Satlak Prima sehingga bridge bisa bertanding di Asian Games untuk pertama kalinya dalam sejarah. 

Menurutnya, selama ini mereka sangat aktif berkomunikasi dengan PB GABSI termasuk meminta paparan mengenai target medali serta prestasi cabang bridge.
 
“Target 5 medali emas dan 2 perak sudah kami perhitungkan matang-matang. Selama ini kita kan mampu bersaing dengan negara-negara kuat di kejuaraan internasional. Apalagi, ada persiapan selama hampir 2 tahun kedepan sehingga semakin menambah optimisme kami,” ujar Ekawahyu.
 
Prestasi timnas Indonesia itu, lanjut Ekawahyu, mengacu kepada raihan Henky Lasut/Eddy Manoppo yang sukses menjadi juara dunia di nomor pasangan senior pada 2014. Di tahun ini, timnas bridge Indonesia juga meraih medali emas dalam kejuaraan CCBA Open Team di China yang diikuti 112 tim pada April lalu. Sementara, timnas Girls U-26 menempati posisi keempat dalam Kejuaraan Dunia Junior di Italia pada Agustus lalu.
 
Ekawahyu menyatakan pihaknya akan sangat serius mempersiapkan timnas, salah satunya dengan mendatangkan pelatih asing berkelas dunia untuk menangani para atlet yang tergabung dalam pelatnas dibawah program Satlak Prima. 

“Kami sudah punya nama pelatih asing tersebut dan sejak lama dia sudah menyatakan kesiapannya melatih Indonesia. Kami berharap dengan kehadiran pelatih asing performa atlet bisa terdongkrak,” tuturnya.
 
Menurutnya, PB GABSI memprediksi nantinya akan terdapat 11 nomor yang akan dipertandingkan di AG 2018 yaitu beregu putra-putri dan campuran, pasangan putra-putri dan campuran, butler putra-putri dan campuran, serta individual putra-putri. “Dari total 11 nomor, kami yakin bisa mempersembahkan 5 medali emas dan 2 perak,” kata Eka yakin.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP