TUTUP
TUTUP
SPORT

PB PRSI Apresiasi Prestasi Tim Renang di Singapura

Ada 9 rekor nasional baru yang tercipta.
PB PRSI Apresiasi Prestasi Tim Renang di Singapura
Skuat renang Indonesia di SNAB (VIVA.co.id/Donny Adhiyasa)

VIVA.co.id – Skuat renang Indonesia menutup dengan manis laga kejuaraan 48th Singapore National Age Group (SNAB) di OCBC Aquatic Centre 2017, Minggu 19 Maret 2017. Armada Merah Putih total sukses menciptakan 9 rekor nasional baru oleh atlet-atlet pelatnas SEA Games Agustus mendatang.

Dalam laga super final nomor 1500 meter gaya bebas putra, perenang pelatnas Aflah Fadlan Prawira mencatat waktu 15 menit 34,50 detik yang artinya memecahkan rekornas atas namanya sendiri. Rekornas sebelumnya dibuat di SEA Games 2015 dengan catatan 15 menit 38,23 detik.

Fadlan menempati peringkat 2, sedangkan pemenangnya perenang Malaysia Welson Sim dengan catatan 15 menit 31,10 detik yang bakal jadi musuh di SEA Games 2017 nanti.

"Senang sekali bisa kembali mencetak rekornas di nomor spesialis saya. Dengan Sim memang saya kalah, tapi saya mengalami kemajuan dengan selisih waktu yang semakin dekat. Saya akan tingkatkan kemampuan," jelas Fadlan usai lomba.

Sang pelatih tim renang Indonesia, David Armandoni juga turut antusias dengan keseluruhan hasil Fadlan selama di Singapura, dimana ia mencetak 3 rekornas di nomor 400 m gaya bebas, 800 m gaya bebas dan 1500 m gaya bebas.

"Ini kemajuan yang pesat buat Fadlan. Ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki untuk kecepatan berenangnya. Juga kondisinya belum 100 persen, jadi sebelum SEA Games akan lebih cepat lagi," imbuh pelatih asal Prancis ini.

"Alhamdulillah Di SNAG ini tercipta 9 rekornas baru, cukup menggembirakan. Selamat untuk para atlet dan pelatih yang telah berjuang dengan baik. Akan segera dilakukan evaluasi atas performa para atlet dan akan memperbaiki kekurangan yang masih ada, untuk selanjutnya menatap event seleksi SEA Games berikutnya yaitu Kejurnas Palembang," jelas Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Harlin E Rahardjo.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP